Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 20:09:12【Sehat】910 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(25913)
Artikel Terkait
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- Nikita keberatan terhadap vonis empat tahun & denda Rp1 miliar
- Tingkatkan kualitas MBG, 300 peserta ikuti Pelatihan Penjamah Makanan
- 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
- Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta
- Sepak bola harus jadi kesenangan saat usia 9–14 tahun
- Pentingnya kesiapsiagaan orang tua saat kondisi darurat anak
- Wamenkum minta aturan soal industri tembakau disusun ekstra hati
- DPR ingatkan Kemenhan agar gandeng BPOM distribusi vitamin ke SPPG
- BBPOM Makassar beberkan hasil penggeledahan toko kosmetik di Sidrap
Resep Populer
Rekomendasi

KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat

Baru keluar bui dua bulan, dua pencuri sepeda motor kembali ditangkap

Wilayah Caoxian di China Timur jadi pusat ekonomi hewan peliharaan

Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

BBPOM Makassar beberkan hasil penggeledahan toko kosmetik di Sidrap

Realisasi investasi triwulan III di Sumut capai Rp42,36 triliun

Yayasan GoTo Merah Putih diluncurkan untuk sejahterakan keluarga mitra